Wednesday, March 18, 2020



1. Tahapan Utama Pemetaan Proses Bisnis





2. Manfaat Proses Bisnis
  • Untuk memahami bagaimana proses bisnis organisasi yang baku untuk mencapai misi dan  tujuan-tujuannya, melalui aliran informasi diantara aktivitas-aktivitas yang diperlukan dalam  rangka menciptakan nilai tambah bagi stakeholders kuncinya. Dengan adanya pemahaman ini,  setiap individu/unit kerja dapat melihat peran dan kontribusi yang diberikannya dalam mata  rantai proses bisnis organisasi secara keseluruhan.
  • Untuk mengidentifikasi dan melakukan penilaian secara komprehensif dan terpadu bagian-  bagian proses atau aktivitas yang memberi atau tidak memberi nilai tambah bagi organisasi
  • Untuk merumuskan penyempurnaan-penyempurnaan (continous improvement) terhadap jalannya  proses bisnis organisasi

3. Manfaat memiliki proses bisnis yang tertata rapi dan terstandarisasi.
  • Memahami rantai nilai organisasi
  • Menghindari salah pengertian atau mispersepsi
  • Memastikan adanya konsistensi
  • Mempercepat proses pengambilan keputusan secara akurat
  • Membantu koordinasi antar fungsi kerja dan/atau  tim kerja
  • Membantu membakukan rangkaian proses atau  aktivitas
  • Mendapatkan pijakan untuk melakukan perbaikan berikutnya.

4. Prinsip Pemetaan Proses Bisnis


5. Metode Pemetaan Proses Bisnis


6. Definisi Peran/Akuntabilitas

  • Peran APPROVAL (A) diartikan sebagai pihak yang mempunyai hak untuk  memutuskan atau memveto, memberi persetujuan atau menerima laporan  pertanggung jawaban terhadap status kemajuan pelaksanaan suatu proses bisnis.
  • Peran RESPONSIBLE (R) diartikan sebagai pihak yang mengeksekusi suatu proses  bisnis
  • Peran SUPPORT (S) diartikan sebagai pihak yang wajib menyediakan sumber daya  fisik dan material untuk menunjang terwujudnya peran A, R, S (lainnya), C, dan I
  • Peran CONSULT (C) diartikan sebagai pihak yang wajib mendukung dengan  keahlian/kompetensi teknis tertentu dan terjadi hubungan komunikasi dua arah  dengan pihak yang dibantu.
  • Peran INFORMED (I) diartikan sebagai pihak yang membutuhkan atau menggunakan  hasil suatu proses bisnis
  • Peran JOINT RESPONSIBILITY (JR) diartikan sebagai pihak-pihak yang  mengerjakan/mengeksekusi suatu sub-proses bisnis atau sub-sub proses bisnis.

7. Hal yang harus DILAKUKAN dan DIHINDARI

A. DILAKUKAN
  • Ada dukungan formil dari Direksi.
  • Ada metodologi yang dikembangkan untuk  digunakan dalam pemetaan prosbis.
  • Ada sosialisasi atas metodologi pemetaan prosbis yang dilakukan kepada tim, narasumber, dan unit kerja yang akan dipetakan prosbis-nya.
  • Pada saat pemetaan business prosbis : libatkan process owner.
  • Lakukan proyek perbaikan proses bisnissecara berkala.
  • Lakukan tinjauan setiap 2 sd 3 tahun sekali untuk mereview proses bisnis dengan mempertimbangkan kebutuhan dan dinamika usaha perusahaan.
  • Integrasikan hasil pemetaan prosbis dengan  sistem manajemen perusahaan lainnya.

B. DIHINDARI
  • Sedikit dukungan formil dari Direksi.
  • Tidak ada metodologi & sosialisasi atas metodologi pemetaan prosbis yang digunakan.
  • Pada saat pemetaan prosbis : personil yang  terlibat kurang fokus & kurang aktif (keluar  masuk ruang FGD, asyik dengan gadget, curhat,  dsb) dan kurang menghargai diskusi yang sudah  berjalan dan dihasilkan.
  • Saat pemetaan prosbis : terlalu merinci aktivitas, bukan proses yang diperlukan.
  • Bagian yang paling atom atau sub-proses bisnis  tidak dibuatkan kamus-nya.
  • Copy-paste hasil pemetaan prosbis unit kerja  lain untuk digunakan pada suatu unit kerja yang  serumpun tanpa mendalami kekhasan unit  kerja terkait. Jangan sekedar copy-paste  benchmark perusahaan lain, tanpa memahami  konteks dan budaya organisasi terkait serta  tantangan strategis organisasinya.
  • Ketiadaaan upaya konkrit perbaikan berkelanjutan kemampuan proses bisnis: misal  standarisasi proses bisnis (quality, biaya, waktu).

Post a Comment: