MATERI 3 - PEMETAAN PROSES BISNIS
1. Tahapan Utama Pemetaan Proses Bisnis
2. Manfaat Proses Bisnis
- Untuk memahami bagaimana proses bisnis organisasi yang baku untuk mencapai misi dan tujuan-tujuannya, melalui aliran informasi diantara aktivitas-aktivitas yang diperlukan dalam rangka menciptakan nilai tambah bagi stakeholders kuncinya. Dengan adanya pemahaman ini, setiap individu/unit kerja dapat melihat peran dan kontribusi yang diberikannya dalam mata rantai proses bisnis organisasi secara keseluruhan.
- Untuk mengidentifikasi dan melakukan penilaian secara komprehensif dan terpadu bagian- bagian proses atau aktivitas yang memberi atau tidak memberi nilai tambah bagi organisasi
- Untuk merumuskan penyempurnaan-penyempurnaan (continous improvement) terhadap jalannya proses bisnis organisasi
3. Manfaat memiliki proses bisnis yang tertata rapi dan terstandarisasi.
- Memahami rantai nilai organisasi
- Menghindari salah pengertian atau mispersepsi
- Memastikan adanya konsistensi
- Mempercepat proses pengambilan keputusan secara akurat
- Membantu koordinasi antar fungsi kerja dan/atau tim kerja
- Membantu membakukan rangkaian proses atau aktivitas
- Mendapatkan pijakan untuk melakukan perbaikan berikutnya.
4. Prinsip Pemetaan Proses Bisnis
5. Metode Pemetaan Proses Bisnis
6. Definisi Peran/Akuntabilitas
- Peran APPROVAL (A) diartikan sebagai pihak yang mempunyai hak untuk memutuskan atau memveto, memberi persetujuan atau menerima laporan pertanggung jawaban terhadap status kemajuan pelaksanaan suatu proses bisnis.
- Peran RESPONSIBLE (R) diartikan sebagai pihak yang mengeksekusi suatu proses bisnis
- Peran SUPPORT (S) diartikan sebagai pihak yang wajib menyediakan sumber daya fisik dan material untuk menunjang terwujudnya peran A, R, S (lainnya), C, dan I
- Peran CONSULT (C) diartikan sebagai pihak yang wajib mendukung dengan keahlian/kompetensi teknis tertentu dan terjadi hubungan komunikasi dua arah dengan pihak yang dibantu.
- Peran INFORMED (I) diartikan sebagai pihak yang membutuhkan atau menggunakan hasil suatu proses bisnis
- Peran JOINT RESPONSIBILITY (JR) diartikan sebagai pihak-pihak yang mengerjakan/mengeksekusi suatu sub-proses bisnis atau sub-sub proses bisnis.
7. Hal yang harus DILAKUKAN dan DIHINDARI
A. DILAKUKAN
- Ada dukungan formil dari Direksi.
- Ada metodologi yang dikembangkan untuk digunakan dalam pemetaan prosbis.
- Ada sosialisasi atas metodologi pemetaan prosbis yang dilakukan kepada tim, narasumber, dan unit kerja yang akan dipetakan prosbis-nya.
- Pada saat pemetaan business prosbis : libatkan process owner.
- Lakukan proyek perbaikan proses bisnissecara berkala.
- Lakukan tinjauan setiap 2 sd 3 tahun sekali untuk mereview proses bisnis dengan mempertimbangkan kebutuhan dan dinamika usaha perusahaan.
- Integrasikan hasil pemetaan prosbis dengan sistem manajemen perusahaan lainnya.
B. DIHINDARI
- Sedikit dukungan formil dari Direksi.
- Tidak ada metodologi & sosialisasi atas metodologi pemetaan prosbis yang digunakan.
- Pada saat pemetaan prosbis : personil yang terlibat kurang fokus & kurang aktif (keluar masuk ruang FGD, asyik dengan gadget, curhat, dsb) dan kurang menghargai diskusi yang sudah berjalan dan dihasilkan.
- Saat pemetaan prosbis : terlalu merinci aktivitas, bukan proses yang diperlukan.
- Bagian yang paling atom atau sub-proses bisnis tidak dibuatkan kamus-nya.
- Copy-paste hasil pemetaan prosbis unit kerja lain untuk digunakan pada suatu unit kerja yang serumpun tanpa mendalami kekhasan unit kerja terkait. Jangan sekedar copy-paste benchmark perusahaan lain, tanpa memahami konteks dan budaya organisasi terkait serta tantangan strategis organisasinya.
- Ketiadaaan upaya konkrit perbaikan berkelanjutan kemampuan proses bisnis: misal standarisasi proses bisnis (quality, biaya, waktu).


Post a Comment: